Senin, 01 April 2013

Filled Under:

Mati

Oleh : H Ahmad Fudholi Kematian adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan oleh manusia. Apa pun cara yang dilakukan, kematian akan tetap menghampirinya. Sekokoh apa pun bangunan yang dibuat, kalau sudah sampai waktunya, kematian pasti datang. Tidak ada cara untuk menghadapinya, selain kepasrahan. Itulah ketentuan yang sudah ditetapkan di setiap pundak manusia. Jadi percuma saja lari dari kematian. Kemana pun larinya dan sejauh apa pun jaraknya, kalau sudah tiba masanya, setiap manusia akan tetap mati. Hanya ada satu kunci menghadapi kematian yaitu kepasrahan total menyambut kedatangnnya. Kematian tidak hanya dialami oleh manusia. Binatang dan tumbuh-tumbuhan juga akan merasakan mati, sebagaimana mereka merasakan hidup. Lebih dari itu, makhluk yang tak kasat mata juga akan bernasib sama. Termasuk jin dan iblis, serta makhluk yang paling taat seperti malaikat. Semuanya akan mati. Sebagaimana firman Allah SWT, ”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, kecuali yang mempunyai kemampuan menghidupkan dan mematikan. Dia akan tetap hidup dan selalu hidup, Dialah Allah, Tuhan seluruh alam.” Menyikapi kenyataan ini, seharusnya manusia mempunyai kesadaran dirinya tidak mempunyai kekuasaan apa pun menghadapi ketentuan Ilahi. Dia hanya makhluk yang lemah, yang harus pasrah dengan kehendak sang Penguasa. Manusia hanyalah makhluk kecil yang hidup di atas permukaan bumi. Lebih kecil lagi atau sangat kecil jika dibandingkan dengan kebesaran alam raya ini. Dan tidak ada artinya sama sekali bila berhadapan dengan kebesaran Allah. Harta yang dimilikinya tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kekayaan Allah, kalau dia merasa kaya. Dia amat bodoh jika dibandingkan dengan kepandaian Allah, bila dia merasa pintar. Kebanggaan-kebanggaan yang dimiliki akan lebur bila berhadapan dengan kebanggaan yang Allah miliki. Karena itu, tidak sepantasnya manusia menyombongkan diri di hadapan Allah dan juga makhluk-Nya. Sebaliknya, manusia harus bersikap tawaduk dalam hidupnya. Menghindari sikap arogan dalam berkata dan bertindak dengan manusia. Berlaku lemah lembut pada setiap makhluk, sopan santun dalam bertutur, menyebarkan salam ketulusan, dan menyayangi setiap ciptaan Allah. Bagaimana pun, manusia adalah makhluk yang lemah. Apa pun yang dimiliki tidak bisa membuatnya kuat. Kita tetap akan musnah bersama kebanggaan dan kekayaan yang dimilikinya. Mengingat lemahnya manusia dan ketidakmampuannya menghadapi maut, manusia seharusnya memperkaya diri dengan amal kebaikan. Karena hanya amal baiklah yang dapat memberikan kebahagiaan pada kehidupan selanjutnya. Wallahu alam bish shawab. *** sumber: http://www.republika.co.id

0 comments:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Muslim Journey.