Selasa, 02 April 2013

Filled Under:

Al-Fatah

Al-Fatah artinya adalah Yang Maha Pembuka. Kalau kita memperhatikan dari arti kalimat Al-Fatah, kita akan tahu dan mengerti bahwa, ada yang membuka berarti ada yang menutup. Dan itu semua hanya Allah SWT. yang bisa melakukannya. Allah yang memberi (membuka) rizki dan Allah juga yang menutup rizki itu sehingga tidak diturunkan kepada kita. Oleh sebab itu, maka kita dituntut untuk tunduk kepadanya dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangan- Nya. Maka, kita jangan terlalu berharap kepada makhluk, sebab segala sesuatu juga hanya Allah-lah yang mengaturnya. Hidup, mati, rizki, jodoh, pekerjaan dan lain sebagainya semuanya hanya Allah-lah yang mengaturnya karena hanya Allah yang menciptakan semua itu. Makanya bila bergabung jin dan manusia untuk memberi rizki, kekuasaan atau apa saja bila Allah tidak menghendaki maka tidak akan bisa memberikannya atau membantunya. Seperti halnya jika jin dan manusia bergabung untuk membuat yang serupa Al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan dapat membuatnya, sebagaimana firman Allah SWT., “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al-Isra (17): 88) Begitu juga dengan hati, hati bisa baik atau jelek tergantung Allah yang mengaturnya. Oleh sebab itu kita harus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. agar hati kita selalu dilapangkan, sebab yang membuka dan menutup hati kita adalah Allah SWT. Maka mintalah kepada Allah untuk dibukakan: 1. Iman yang Kuat. Upaya kita supaya iman kita kuat adalah beri iman kita pupuk, yang mana pupuk iman itu adalah Ilmu yang bermanfaat, amal yang baik dan ikhlas. “Allaahumma inni as-aluka `ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban wa `amalan mutaqabbalan” (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rizki yang baik dan amal yang diterima) 2. Jalan Hidup Sehat. Sebagai upaya kita untuk memiliki jalan hidup yang sehat selain berdoa kepada Allah adalah beri tubuh kita makanan yang halalan tayiban, jaga kebersihan tubuh dan rutin beroleh raga. “… Dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Araf (7): 69) 3. Nikmatnya Akur (bersahabat). Sebab mempunyai orang yang dibenci, sangat menyiksa sekali, sehingga dunia ini menjadi sempit karenanya, karena kemana-mana ada orang yang dibenci. Orang yang tidak akur (bersahabat) itu adalah, orang yang mudah tersinggung dan orang yang senang menyimpan memori (prasangka) jelek ke seluruh orang. Maka alangkah baiknya kalau kita mempunyai sikap: a. Berlapang dada “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur (24): 22) b. Pemaaf “Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. An-Nisa’ (4): 149) c. Stop membicarakan kejelekan orang lain. Bilal bin Al-Harts berkata bahwa, Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya seseorang yang berbicara dengan kata-kata yang menimbulkan keridhaan Allah, apa yang diduga bahwa kata-kata itu sampai kepada keridhaan-Nya, maka Allah menulis keridhaan-Nya disebabkan kata-kata itu sampai hari kiamat. Dan sesungguhnya orang yang berbicara dengan kata-kata yang menimbulkan kemurkaan Allah, apa yang diduga bahwa kata-kata itu sampai kepada kemurkaan-Nya, maka Allah menulis kemurkaaan-Nya atasnya disebabkan kata-kata itu.” Wallahu a’lam *** Sumber: abuluthfia.multiply.com

0 comments:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Muslim Journey.